Selasa, 12 Maret 2019

Materi 6 : Penyusunan Rubrik Penilaian Argumentasi dalam Kimia

Argumentasi merupakan usaha yang dilakukan seseorang dalam menyampaikan suatu pendapat yang disertai fakta yang menguatkan pendapat tersebut. Menurut Siegel (1995) argumentasi memainkan peran penting dalam membangun penjelasan, model dan teori-teori. Sesuai pendapat Mc.Neill (2006) dalam Pritasari et al. (2016) argumentasi memuat tiga aspek meliputi claim, evidence, dan reasoning. Claim merupakan pernyataan yang menjawab permasalahan. Evidence merupakan data ilmiah yang mendukung suatu pernyataan. Reasoning merupakan suatu alasan atau pembenaran yang menghubungkan pernyataan dengan bukti. Demikian menurut Tan (2003) dalam Pritasari et al. (2016) fase claim adalah suatu pernyataan yang berupa masalah dari pemikiran setiap siswa. Dan pada fase ini siswa membuat daftar berupa pernyataan mengenai identifikasi masalah, rumusan masalah, serta analisis masalah. Pada fase kedua yaitu Evidence merupakan data ilmiah yang mendukung suatu pernyataan. Ketiga komponen argumentasi ilmiah ini dijelaskan sebagai berikut (Georgia Tech n.d, diakses 21 Februari 2016):
  • Klaim: pernyataan tentang fenomena atau kejadian.
  • Bukti: fakta dari pengukuran dan pengamatan, yang dikumpulkan selama investigasi, yang mendukung klaim.
  • Alasan ilmiah: fakta ilmiah atau pengetahuan yang menjelaskan hubungan antara bukti dan klaim.
Argumentasi ilmiah melibatkan penalaran ilmiah yang digunakan untuk menarik kesimpulan dari informasi yang tersedia dan melibatkan keterampilan berpikir kritis dalam membuat suatu pernyataan berdasarkan fakta (Pallant dan Lee, 2014). Heng, Surif, dan Seng (2014) menyatakan argumentasi ilmiah memainkan peran penting dalam menanamkan konsep-konsep ilmiah pada peserta didik yang merupakan inti dari kemampuan penalaran dan prestasi akademik. Argumentasi ilmiah dapat digunakan untuk meningkatkan pemahaman peserta didik tentang konsep-konsep ilmiah. Analisis kualitas argumentasi dapat dilakukan dengan menggunakan metode yang didasarkan pada model argumentasi Toulmin (1958). Menurut model Toulmin, argumentasi yang diungkapkan oleh subyek penelitian akan digolongkan ke dalam enam komponen argumentasi, yaitu (1) Claim; (2) Data; (3) Warrant; (4) Backing; (5) Qualifier; dan (6) Rebuttal. Jenis argumentasi tertulis tidak memberikan kesempatan bagi peserta didik untuk mengajukan rebuttal karena peserta didik tidak memiliki akses terhadap argumen peserta didik lain (Cetin, 2014). Pola argumentasi Toulmin disajikan pada Gambar berikut :

Komponen-komponen argumentasi ilmiah tersebut dapat diilustrasikan melalui kerangka menurut Sampson dan Schleigh (2013), kerangka ini juga dapat mengilustrasikan beberapa kriteria yang dapat dan harus digunakan untuk mengevaluasi manfaat dari argumentasi ilmiah.

Berdasarkan kerangka Gambar diatas, klaim adalah dugaan, kesimpulan, penjelasan, atau pernyataan deskriptif yang menjawab pertanyaan penelitian. Klaim tersebut sesuai dan didukung oleh komponen bukti yang mengacu pada pengukuran, pengamatan, atau bahkan temuan dari penelitian lain yang telah dikumpulkan, dianalisis, dan kemudian ditafsirkan oleh para peneliti. Kemudian bukti ini didukung dan dijelaskan oleh sebuah pembenaran. Pembenaran omponen bukti dari argumen ini adalah satu atau dua pernyataan yang menjelaskan pentingnya dan relevansi bukti dengan menghubungkan ke prinsip tertentu, konsep, atau asumsi yang mendasarinya. 
Contoh Rubrik Penilaian Wawancara Kemampuan Argumentasi Oral Siswa :
Soal

Aspek
Skor
4
3
2
1
Unsur-unsur logam bila bersenyawa dengan unsur-unsur non-logam mempunyai kecendrungan untuk membentuk ikatan ion. Bagaimana pendapat anda tentang pernyataan ini? Jelaskan.
Claim : unsur-unsur logam memiliki elektron valensi yang berlebih
Evidence : contohnya pada ikatan ion antara Na dan Cl
11Na : 2 8 1 melepas 1 elektron
17Cl : 2 8 7 menyerap 1 elektron
Reasoning : karena pada SPU unsur-unsur logam itu memiliki elektron valensi yang berlebih untuk mencapai oktet, maka agarnunsur stabil maka unsur logam melepas elektron valensinya yang berlebih ke unsur lain yang diikatnya dan unsur yang memperoleh elektron valensi logam tersebut adalah unsur-unsur non-logam, karena pada SPU elektron valensi non-logam itu kurang untuk mencapai oktet.




Jelaskan bagaimana pembentukan ikatan ion pada senyawa CaF2 ! (diketahui Ca=20 dan F=9)
Claim : Ca melepas 2 elektron
            F menerima 1 elektron
Evidence : logam mempunyai daya tarik elektron yang lemah dan nonologam mempunyai daya tarik elektron yang besar.
Reasoning : atom Ca melepas 2 elektron untuk mencapai kestabilan sedangkan F menerima 1 elektron untuk mencapai kestabilan, karena ingin melepas 2 elektron sedangkan F ingin menarik 1 elektron maka atom Ca harus berikatan dengan atom F.





Soal

Aspek
Skor
4
3
2
1
Manakah diantara pasangan unsur berikut yang diharapkan dapat membentuk ikatan ion? Jelaskan.
  1. Natrium+oksigen
  2. Klorin+oksigen
  3. Magnesium+klorin
  4. Nitrogen+hidrogen


Claim : N mengikat 3 atom H dan O mengikat 2 atom H
Evidence : ikatan kovalen adalah ikatan yang terbentuk karena memiliki elektron yang digunakan bersama.
Reasoning : karena hidrogen memiliki 1 elektron akan mengarahkab dirinya memiliki 2 elektron sehingga menjadi stabil dan oksigen pada kulit terluar memiliki 6 elektron sehingga membutuhkan 2 elektron dan nitrogen memiliki 5 elektron membutuhkan 3 elektron.




Kita mengenal rumus kimia air sebagai H2O dan Amonia sebagai NH3. Mengapa 1 atom O mengikat 2 atom H? Mengapa pula 1 atom N mengikat 3 atom H?
Claim : supaya elektron valensinya stabil
Evidence : ikatan dalam moleku; nitrogen , nomor atomnya 7 maka konfigurasi elektronnya adalah 2 5 sehingga elektron valensinya 5.
Reasoning : karena ada 3 pasang elektron yang berperan dalam ikatan tersebut.




 Keterangan :
Skor 4 : jawaban benar, relevan
Skor 3 : jawaban benar, kurang relevan
Skor 2 : jawaban benar, tidak relevan
Skor 1 :jawaban salah 

Permasalahan :
Bagaimana pendapat saudara meneganai contoh Rubrik Penilaian Wawancara Kemampuan Argumentasi Oral Siswa diatas? Dalam pembelajaran kimia karakteristik materi seperti apa yang sesuai untuk kita gunakan sebagai munculnya kemampuan argumentasi siswa? model pembelajaran yang seperti apa yang sesuai digunakan dalam pembelajaran yang mampu memunculkan kemampuan argumentasi siswa? Aspek Afektif seperti apa yang akan muncul jika kita menggunakan prosses pembelajaran berbasis argumentasi? berikan pendapat saudara.

Selasa, 05 Maret 2019

Materi 5: Penyusunan Rubrik Penilaian Aspek Afektif dan Psikomotor

A. Penilaian Afektif
Penilaian afektif merupakan penilaian sikap. Penilaian afektif dapat juga diartikan berkenaan dengan menilai sikap dan perubahan yang terjadi pada tingkah laku peserta didik selama pembelajaran.  Dalam kaitan untuk mengetahui sejauh mana sikap siswa terhadap suatu mata pelajaran atau materi pelajaran. Karakteristik Ranah Afektif meliputi : Sikap, Minat, Nilai,Moral, dan Konsep diri. 
Hasil belajar afektif berkaitan dengan minat, sikap, dan nilai-nilai sebagai hasil dari pembelajaran yang telah dilakukan oleh peserta didik.
Untuk menyusun instrumen penilaian afektif, dapat dilakukan langkah-langkah sebagai berikut:
  •  Pemilihan ranah afektif yang ingin dinilai oleh guru, misalnya sikap dan minat terhadap suatu materi pelajaran.
  • Penentuan indikator apa yang sekiranya dapat digunakan untuk mengetahui bagaimana sikap dan minat siswa terhadap suatu materi pelajaran
  • Beberapa contoh indikator yang misalnya dapat digunakan untuk mengetahui bagaimana sikap dan minat siswa terhadap suatu materi pelajaran, yaitu: (1) persentase kehadiran atau ketidakhadiran di kelas; (2) aktivitas siswa selama kegiatan pembelajaran berlangsung, misalnya apakah suka bertanya, terlibat aktif dalam diskusi, aktif memperhatikan penjelasan guru, dsb.; (3) penyelesaian tugas-tugas belajar yang diberikan, seperti ketepatan waktu mengumpul PR atau tugas lainnya; (4) kerapian buku catatan dan kelengkapan bahan belajar lainnya terkait materi pelajaran tersebut.
  • Penentuan jenis skala yang digunakan, misalnya jika menggunakan skala Likert, berarti ada 5 rentang skala, yaitu: (1) tidak berminat; (2) kurang berminat; (3) netral; (4) berminat; dan (5) sangat berminat.

  • Penulisan draft instrumen penilaian afektif (misalnya dalam bentuk kuisioner) berdasarkan indikator dan skala yang telah ditentukan.
  • Penelaahan dan meminta masukan teman sejawat (guru lain) mengenai draft instrumen penilaian ranah afektif yang telah dibuat.
  • Revisi instrumen penilaian afektif berdasarkan hasil telaah dan masukan rekan sejawat, bila memang diperlukan
  • Persiapan kuisioner untuk disebarkan kepada siswa beserta inventori laporan diri yang diberikan siswa berdasarkan hasil kuisioner (angket) tersebut.
  • Pemberian  skor inventori kepada siswa
  • Analisis hasil inventori minat siswa terhadap materi pelajaran


Untuk penialaian sikap atau afektif bisa menggunakan teknik non-tes. Menurut Kochhar (2008:56-63) untuk menialai sikap atau afektif bisa menggunakan teknik non-tes. Menurut Arifin (2012 : 180) teknik non-tes ini bisa dilakukan dengan beberapa kegiatan diantaranya yaitu observasi, wawancara, skala sikap, daftar cek, skala penilaian, angket, studi kasus, catatan insidental, sosiometri, inventori kepribadian, dan teknik pemberian penghargaan kepada peserta.
Observasi merupakan kegiatan mengamati yang dilakukan oleh guru baik langsung atau tidak langsung dengan mengacu pada pedoman observasi untuk menilai perilaku kelas baik dari segi guru maupun peserta didik yang akan didapatkan sebuah data atau informasi dari suatu fenomena kelas.
  1. Wawancara adalah kegiatan percakapan tanya jawab yang dilakukan oleh guru dengan peserta didik, yang dilakukan secara langsung (bertatap muka) atau tidak langsung (melalui perantara).
  2. Skala sikap adalah teknik penilaian dengan memberikan pertanyaan- pertanyan positif dan negatif yang akan dipilih oleh peserta didik. Jawaban atas pertanyaan-pertanyaan tersebut dibagi dalam lima skala, misalnya sangat setuju, setuju, tidak setuju, sangat tidak setuju, tidak tahu. Pertanyaan tersebut mengenai sikap peserta didik terhadap pembelajaran atau lingkungan sekolah.
  3. Daftar cek merupakan suatu daftar yang digunakan oleh guru untuk mencatat dan memberi tanda tiap kejadian-kejadian yang terjadi di diri peserta didik baik kejadian kecil maupun besar dalam segala aspek, teknik seperti ini membantu guru dalam mengingat apa saja yang harus dinilai oleh guru.
  4. Skala penilaian merupakan daftar cek akan dikembangan dalam bagian yang lebih luas dan terperinci yang disusun secara tingkatan yang telah ditentukan.
  5. Angket yaitu alat yang digunakan untuk mengumpulkan data dan informasi yang berisi pendapat, paham dari peserta didik yang dilaksanakan secara tertulis yang dipengaruhi oleh pemikiran diri sendiri.
  6. Studi kasus adalah kegiatan untuk memahami sebuah masalah yang dialami peserta didik dengan mencari informasi terkait dengan masalah tersebut yang natinya kemudian akan disimpulkan dan dicari penyelesaiannya, hal yang bisa dipahami dalam masalah-maslaah peserta didik misalnya dalam masalah lamban dalam memahami materi.
  7. Catatan insedental yaitu cacatan yang berisi tentang kejadian singkat yang dialami atau yang telah dilakukan peserta didik dalam pembelajaran, kejadian tersebut biasanya tingkah laku peserta didik.
  8. Sosiometri adalah suatu prosedur yang digunakan untuk merangkum, menyusun dan mengkualifikasikan pendapat-pendapat peserta didik dalam menanggapi teman sebaya mereka bagaimana hubungan mereka dengan para teman-temannya.
  9. Inventori kepribadian merupakan tes kepribadian yang jawaban dari peserta didik tersebut benar semua, namun jawaban tersebut tetap akan dikualifikasikan sehingga dapat dibandingkan dengan kelompok lain.
Menurut Arikunto (2007:180-181) ada beberapa bentuk skala yang dapat digunakan untuk mengukur sikap peserta didik yaitu.
  1. Skala Likert, dalam skala ini dibentuk dengan pernyataan yang ditunjukan dengan lima tingkatan respons yaitu sangat setuju (SS), setuju (S), tidak berpendapat (TB), tidak setuju (TS), sangat tidak setuju (STS),
  2. Skala pilihan ganda, berisi soal yang berbentuk pilihan ganda yaitu suatu pernyataan yang diikuti oleh sejumlah alternatif pendapat,
  3. Skala Thurstone, skala bentuk ini hampir mirip dengan skala Likert tetapi isinya berupa instrumen yang jawabannya menunjukan tingkatan,
  4. Skala Guttman, berupa tiga atau empat buah pernyataan yang masing- masing harus dijawab “ya” atau “tidak”. Pernyataan-pernyataan tersebut menunjukkan tingkatan yang berurutan, sehingga bila responden setuju pernyataan nomor 2, diasumsikan setuju nomor 1, selanjutnya jika responden setuju dengan pernyataan nomor 3 berarti setuju pernyataan nomor 1 dan 2,
  5. Semantic differential, terdapat tiga dimensi yang akan diukur dalam kategori baik-tidak baik, kuat-lemah, dan cepat-lambat atau aktif-pasif,

KISI-KISI LEMBAR PENILAIAN AFEKTIF


Nama Instrumen         : Instrumen Penilaian Afektif
Jenjang/kelas               : SMA/XI
Mata Pelajaran            : Kimia
Kurikulum                   : Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan
Variabel
Indikator
Deskriptor
Jumlah soal
Nomor Soal
Rubrik Penilaian Afektif
sikap terhadap mata pelajaran
Memperhatikan penjelasan guru.
1
1
sikap terhadap guru mata pelajaran,
Menjawab pertanyaan yang diajukan oleh guru atau teman.
1
7
sikap terhadap proses pembelajaran,
Mengikuti pembelajaran dengan serius.
1
2
Mengikuti diskusi kelompok dengan sungguh-sungguh.
1
3
Bekerjasama dalam kelompok
1
4
Mengungkapkan gagasan
1
6
sikap terhadap materi pembelajaran,
Menjelaskan kembali pembelajaran dengan konteks lain.
1
8
Menyimpulkan hasil pembelajaran.
1
9
sikap berhubungan dengan nilai yang ingin ditanamkan dalam diri siswa melalui materi tertentu
Menghargai pendapat teman lain baik melalui lisan maupun tingkah laku.
1
5

LEMBAR PENILAIAN AFEKTIF

Tujuan                                  : Lembar Penilaian Aspek Afektif digunakan oleh guru untuk mengakses (mendapatkan informasi tentang  minat dan motivasi siswa saat proses pembelajaran berlangsung.
Petunjuk                               : 1. Amati komponen afektif yang tampak dalam proses pembelajaran.
                                                  2. Ambil posisi tidak jauh dari kelompok/siswa yang diamati pada saat melakukan pengamatan.
                                                  3. Berilah tanda √ pada jalur yang sesuai.
No
Aspek yang dinilai
Skor
Nama Siswa
A
B
C
D
E
F
G
H
I
J
K
L
M
N
O
P
Q
R
S
T
U
V
W
X
Y
Z
1.        

Memperhatikan penjelasan guru.
0


























1


























2


























2.        
Mengikuti pembelajaran dengan serius.
0


























1


























2


























3.        
Mengikuti diskusi kelompok dengan sungguh-sungguh.
0


























1


























2


























4.        
Bekerjasama dalam kelompok.
0


























1


























2


























5.        
Menghargai pendapat teman lain baik melalui lisan maupun tingkah laku.
0


























1


























2


























6.        

Mengungkapkan gagasan
0


























1


























2


























7.        
Menjawab pertanyaan yang diajukan oleh guru atau teman.
0


























1


























2


























8.        
Menjelaskan kembali pembelajaran dengan konteks lain.
0


























1


























2


























9.        
Menyimpulkan hasil pembelajaran.
0


























1


























2



























Jumlah



























Keterangan :  Sangat baik (2), Baik (1),  Tidak Baik (0)
                                                                                                    Jambi,  ........................ 2012
                                                                                                     Pengamat/Penilai



                                                                                                     (............................................) 
                                                                                     NIP.


Rentang Penilaian:
1. Memperhatikan penjelasan guru
·     Sangat baik (memperhatikan guru dengan serius, tidak bercanda dengan teman, dan antusias dalam pembelajaran) = 2
·     Baik (memperhatikan penjelasan guru, sesekali bercanda dengan teman) = 1
·     Tidak baik (tidak memperhatikan penjelasan guru, sering bercanda dengan teman) = 0

2. Serius dalam mengikuti pembelajaran
·     Sangat baik (antusias dalam mengikuti pembelajaran, tidak bercanda selama pembelajaran) = 2
·     Baik (antusias dalam mengikuti pembelajaran, sesekali bercanda dengan teman) = 1
·     Tidak baik (tidak mengikuti pembelajaran dengan baik, sering bercanda dengan teman) = 0

3. Mengikuti diskusi kelompok dengan sungguh-sungguh
·     Sangat baik (mengikuti diskusi dalam kelompok dengan sungguh-sungguh) = 2
·     Baik (mengikuti diskusi kelompok sesekali sesekali bercanda dengan teman) = 1
·         Tidak baik (tidak mengikuti diskusi kelompok dengan sungguh-sungguh) = 0

4. Kerjasama dalam diskusi
·         Sangat baik (melakukan kerjasama bersama teman kelompok diskusi) = 2
·         Baik (melakukan kerjasama bersama teman kelompok sesekali saja) = 1
·         Tidak baik (tidak melakukan kerjasama dengan teman kelompok diskusi) = 0

5. Menghargai pendapat teman lain baik melalui lisan maupun tingkah laku.
  • Sangat baik (menerima pendapat teman, mengomentari dengan tingkah laku yang sopan) = 2
  • Baik (menerima pendapat teman dengan tingkah laku yang kurang sopan)  = 1
  • Tidak baik (tidak menghargai pendapat teman dan hanya menyalahkan saja) = 0

6. Mengungkapkan gagasan apabila mempunyai ide yang lebih baik dari yang sudah ada
·         Sangat baik (dapat mengungkapkan gagasan yang baik dan sesuai dengan pembelajaran yang dilakukan) = 2
·         Baik (dapat mengungkapkan gagasan yang kurang sesuai dengan pembelajaran yang dilakukan) = 1
·         Tidak baik (tidak dapat mengungkapkan gagasan sedikitpun) = 0

7. Menjawab pertanyaan yang diajukan oleh guru atau teman
·         Sangat baik (menjawab Pertanyaan yang diajukan guru atau teman dengan jawaban yang sesuai dengan yang ditanyakan) = 2
·         Baik (menjawab pertanyaan yang diajukan guru atau teman kurang tepat dari yang ditanyakan) = 1
·         Tidak baik (tidak menjawab pertanyaan yang diajukan guru) atau teman = 0

8. Mampu menjelaskan kembali pembelajaran yang sudah dilakukan dengan konteks lain.
  • Sangat baik (dapat menjelaskan kembali pembelajaran yang sudah dilakukan dengan contoh lain yang diajukan guru) = 2
  • Baik (dapat menjelaskan kembali pembelajaran yang sudah dilakukan dengan contoh lain yang diajukan guru tetapi kurang terstruktur) = 1
  • Tidak baik (tidak dapat menjelaskan kembali pembelajaran yang sudah dilakukan dengan contoh lain yang diajukan guru) = 0

9. Mampu menyimpulkan hasil pembelajaran.
  • Sangat baik (dapat menyimpulkan hasil pembelajaran kesekuruhan) = 2
  • Baik (dapat menyimpulkan hasil pembelajaran sebagian saja) = 1
  • Tidak baik (tidak dapat menyimpulkan hasil pembelajaran) = 0

Penilaian akhir adalah :
nilai = skor yang peroleh /18 x 100


Keterangan:
A               : 81-100     Sangat Baik
B                : 61-80       Baik
C                : 41-60       Cukup
D               : ≤ 40         Kurang



B. Penilaian Psikomotor
Ranah psikomotor adalah salah satu dari 3 ranah hasil belajar siswa, yang berkaitan dengan aktivitas fisik seperti berlari, menari, memukul, membedah, menggambar, dan sebagainya. Ranah psikomotor merupakan suatu jenis hasil belajar yang dalam perolehannya dicapai lewat keterampilan manipulasi dengan melibatkan otot dan kekuatan fisik. Hasil belajar pada ranah psikomotor yang berbentuk keterampilan itu dapat diukur pada saat siswa mengikuti proses pembelajaran ataupun sesudah proses pembelajaran. 
 Penilaian psikomotorik merupakan penilaian terhadap keterampilan dan kemampuan bertindak setiap individu. Penilaian psikomotorik berkenaan dengan keterampilan-keterampilan atau kemampuan-kemampuan bertindak setelah peserta didik menerima pengalaman belajar tertentu. Menurut Sudjana (2009:30-31) ada enam tingkatan keterampilan yaitu (1) gerak reflek atau gerakan yang tidak disadari, (2) keterampilan pada gerakan-gerakan dasar, (3) kemampuan perseptual, yaitu membedakan visual, auditif, motoris, dan lain- lainnya, (4) kemampuan dibidang fisik misalnya kekuatan, keharmonisan dan ketepatan, (5) gerakan-gerakan skill mulai dari keterampilan sederhana sampai keterampilan yang kompleks, (6) kemampuan yang berkenaan dengan komunikasi seperti gerakan ekspresif dan interpretatif.
 Terdapat beberapa jenis penilaian yang dapat dilakukan guru untuk mendapatkan nilai psikomotor dari peserta didik, diantaranya yaitu dengan mengambil nilai praktik atau kinerja, proyek, dan portofolio. Beberapa penilaian tersebut mampu menunjang penilaian psikomotorik yang dilakukan oleh guru, karena berhubungan dengan kemampuan keterampilan peserta didik dalam pembelajaran. Tentunya ketiga jenis penilaian dalam penilaian psikomotorik tersebut mempunyai teknik tersendiri untuk bisa mendapatkan sebuah nilai dari peserta didik.
Penilaian praktik lebih menekankan pada langkah- langkah kinerja, kelengkapan dan ketepatan, dan kemampuan khusus yang dipakai peserta didik. Manfaat dari penggunaan penilaian dengan menggunakan teknik tersebut untuk memperbaiki kesalahan yang dilakukan oleh peserta didik, sehingga dapat dijadikan pertimbangan dalam melakukan praktik selanjutnya
Adapun langkah-langkah yang harus dilakukan saat menyusun sebuah instrumen penilaian psikomotor adalah sebagai berikut:
1. Menyusun Soal / lembar kerja / lembar tugas / perintah kerja.
  • Mencermati kisi-kisi instrumen (indikator) yang telah dibuat.
  • Merumuskan bentuk soal / lembar kerja / lembar tugas / perintah kerja.berdasarkan indikator.
 2. Menyusun instrumen pengamatan / lembar observasi
  • Mencermati kisi-kisi instrumen (indikator) yang telah dibuat
  • Mencermati soal / lembar tugas / perintah kerja yang telah dirumuskan.
  • Menjabarkan aspek-aspek keterampilan yang diamati. 
  • Memilih bentuk instrumen pengamatan: apakah berupa daftar periksa atau berupa skala penilaian.
  • Menulis instrumen pengamatan yang dipilih berdasarkan aspek-aspek keterampilan ke dalam tabel.
  • Menelaah kembali instrumen pengamatan yang telah ditulis untuk meyakinkan bahwa sudah bagus sehingga instrumen memiliki validitas yang tinggi.
  • Meminta orang lain untuk menelaah instrumen yang telah dibuat agar hasilnya lebih reliabel.
KISI-KISI LEMBAR PENILAIAN PSIKOMOTOR


Nama Instrumen         : Rubrik Penilaian Psikomotor
Jenjang/kelas               : SMA/XI
Mata Pelajaran            : Kimia
Kurikulum                   : Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan


Variabel
Indikator
Deskriptor
Jumlah soal
Nomor Soal
Rubrik Penilaian Psikomotor
Persiapan
Preparasi
1
1
Keterampilan dalam menggunakan alat dan prosedur kerja
1
2
Pelaksanaan
Keterampilan dalam memahami prosedur kerja
2
4,5
aspek kualitas teknis produk
1
3



RUBRIK PENILAIAN PSIKOMOTOR

Tujuan                                  : Lembar Penilaian Aspek Psikomotor digunakan oleh guru untuk mengakses (mendapatkan informasi tentang keterampilan siswa saat praktikum berlangsung.
Petunjuk                               : 1. Amati komponen psikomotor yang tampak selama praktikum.
                                                  2. Ambil posisi tidak jauh dari kelompok/siswa yang diamati pada saat melakukan pengamatan.
                                                  3. Berilah tanda √ pada jalur yang sesuai.

No
Aspek yang dinilai
Skor
Nama Siswa
A
B
C
D
E
F
G
H
I
J
K
L
M
N
O
P
Q
R
S
T
U
V
W
X
Y
Z
1.        
Menyiapkan alat dan bahan.
0


























1


























2


























2.        

Cara merangkai alat
0


























1


























2


























3.        
Keterampilan membuat campuran pendingin
0


























1


























2


























4.        

Meletakkan gelas kimia berisi larutan ke dalam campuran pendingin
0


























1


























2


























5.        
Keterampilan mengukur suhu dengan termometer
0


























1


























2


























Keterangan :  Sangat baik (2), Baik (1),  Tidak Baik (0)
                                                                                                                                            Jambi,  ........................ 2012
                                                                                                                                            Pengamat/Penilai


                                                                                                                                            (............................................)
                                                                                                                                             NIP.
Rentang Penilaian
1.  Menyiapkan alat dan bahan
  • Sangat baik (Semua alat bahan lengkap dipersiapkan dan tepat pada waktunya) = 2
  • Baik (Alat dan bahan kurang lengkap dipersiapkan  dan kurang tepat pada waktunya) = 1
  • Tidak baik (Alat dan bahan tidak lengkap dipersiapkan dan kurang tepat pada waktunya) = 0

2.  Cara merangkai alat
  • Sangat baik (dapat merangkai alat kesekuruhan) = 2
  • Baik (dapat merangkai alat sebagian saja) = 1
  • Tidak baik (tidak dapat merangkai alat) = 0

3.  Keterampilan membuat campuran pendingin
  • Sangat baik (dapat membuat campuran pendingin kesekuruhan) = 2
  • Baik (dapat membuat campuran pendingin sebagian saja) = 1
  • Tidak baik (tidak dapat membuat campuran pendingin) = 0

4.  Meletakkan gelas kimia berisi larutan ke dalam campuran pendingin
  • Sangat baik (dapat menyimpulkan hasil pembelajaran kesekuruhan ) = 2
  • Baik (dapat menyimpulkan hasil pembelajaran sebagian saja ) = 1
  • Tidak baik (tidak dapat menyimpulkan hasil pembelajaran) = 0

5.  Keterampilan mengukur suhu dengan termometer
  • Sangat baik (dapat mengukur suhu, tanpa bertanya dengan teman/guru) = 2
  • Baik (dapat mengukur, dengan bertanya dengan teman/guru) = 1
  • Tidak baik (tidak dapat mengukur suhu) = 0

Penilaian akhir adalah :

nilai =skor yang diperoleh / 10 x 100

Permasalahan,
Hal apa saja yang perlu kita pertimbngkan dalam penyusunan rubrik penilaian sikap agar semua siswa dapat memperoleh hasil penilaian yg otentik?
Kapan waktu yang tepat penilaian ini  dilakukan, apakah hanya pada saat proses pembelajarn saja? Berikan pendapat saudara!

Materi 7. Penyusunan Rubrik Penilaian Kreativitas (Berpikir Kreatif) dalam Kimia

Definisi Kreativitas Kreativitas adalah suatu proses yang menghasilkan sesuatu yang baru, apakah suatu gagasan atau suatu objek dalam su...